Senin, 01 Juli 2013

First day on clinic

My first day on duty as I'd finished my intern. I'm taking over vivi's scheduled to be on duty in a clinic in Mabar. Actually vivi had insisted me to taking over her job while she's on vacation since last week. But, I kept rejected with some reason. The clinic is quite convenient and big for a clinic, I might say. I just don't like the duty period. I've got 24 hours on duty. Last night vivi called me from KL, asking (or demanding, i'd said) to be her back-up clinic duty today. Since I literally jobless and had been rejected her offer twice, I see no way but to accept it. So, here I am, as alone as usual laying on the doctor's bed waiting for the patient in this 24 long-hour. 

I haven't got any called yet from the hospital i'm applied to. But, I've already got 3 back-up offering which i rejected them all because i'm on holiday last week. Oh, i'm really looking forward to get a proper job. I need to be a fix occupant with a fix job hour and fix salary every month. 

Ya Allah please answer my prayer. I need a fix and proper job right now. 

Here is  the space that I'm about to glued for the next 24 hours. FYI, it's only past an hour of my 24 hour duty. 

Sincerely,

The never ending whining doctor 😛

Selasa, 23 April 2013

Saturday Night Fever

Saturday night always be the awaited night every week for everyone either they're single or double. Well, maybe all the single's not really looking for this night but let's be honest. Like it or not, saturday night is much better than every other weekday night, isn't it?

Last Saturday night I was on my on-call night shift. With hoping no patient would like to visit our ER in this lovely night I was hanging my wishful thinking. Which I should have never ever dare to think about that back then.

Jam 11 malam aku dapet telfon telling me a patient was waiting me on ER. I found a girl who was crying out loud lying on the bed while the nurse doing stitch on her injury. Kakinya luka tergores kaca. A minute later, masuk 2 pasien KLL. Salah satunya mabuk berat dengan luka robek di alis sama bibir. Setelah selesai beresin pasien2 ini, masuk lagi pasien baru dengan blood all over his face and shirt. Hebatnya walaupun darahnya udah muncrat2 dari kepalanya, si pasien masih bisa jalan tenang masuk IGD dan naik ke bed.

Karena kebanyakan pasien dan perawat yang terbatas, aku ikutan hecting (menjahit luka) pasien terakhir. Nggak berapa lama setelah itu ada ribut2 di depan IGD. Temen2 pasien yang mabok tadi pukul2an sama temen2 pasien yang kepalanya bocor ini. Satpam yg seharusnya doing his job dengan tenangnya sleep sound and safe unaware of the heat situation here. Untungnya mereka berhenti pukul2an dan salah satunya pulang ke rumah.

After awhile, temen yang pulang tadi balik ke RS bawa parang dan langsung ngebacok temen berantemnya tepat di depan pintu IGD. Like I have had not enough already. Kenapa juga harus di depan IGD? Kenapa juga harus pas shift jaga ku?!!

Setelah puas ngebacok kepala orang, si pembacok lega dan pulang meninggalkan pasien baru di IGD dengan 5 luka robek di kepala. Yang lebih keren lagi, satpam tetap tidur nyenyak tanpa terganggu ribut2 di IGD.

Jam 3 pagi aku masih harus berkutat dengan nald, catgut dan pasien mabok yang darahnya banjir di IGD. Dateng lagi pasien baru minta divisum abis dipukul. Yassalam, malam minggu gini kok banyak yang doyan pukul2an ya. Kenapa gak ngadain zikir akbar dilanjutkan sholat tahajud berjamaah aja sih -..-

Jam setengah 4 aku balik ke kamar langsung tepar. It's the worst scenario I've ever imagined. Setelah mulai melayang hampir tertidur hp ku bunyi.

"Dok, ada pasien LAGI di IGD"

F!

virginity

Jumat, 19 April 2013

Lagi jaga sore di IGD, tiba - tiba dapet BBM dari dokter jaga nyuruh aku ke poli OBGYN segera. Padahal udah mau adzan magrib, dan poli juga udah tutup dari siang tadi. Nyampe poli udah ada dokter jaga, seorang ibu dan anak perempuannya. Ternyata ibu ini minta anaknya untuk di visum keperawanan.

Aku udah pernah visum keperawanan anak balita dan hymen (selaput dara)-nya masih utuh. Jadi visum kali ini beda sama sebelumnya. Pikiran pertama yang terlintas waktu ngeliat si pasien kemungkinan dia abis diperkosa makanya minta divisum. Karena penampilannya yang menggambarkan cewek rumahan, lugu, pemalu, dan alim.

Si ibu cerita "Anak saya ini punya pacar udah 11 bulan pacaran. Tiba-tiba diputusin sama pacarnya dan pacarnya pergi ke Medan. Beberapa minggu belakangan ini anak saya nangis terus. Saya tanya kenapa, dia cerita katanya pacarnya itu sudah punya pacar baru di Medan. Dan yang buat dia makin sedih, anak saya ini udah berhubungan suami-istri lah selama pacaran dulu"

Hmm.. kalimat pembukaannya cukup jelas menggambarkan maksud dan tujuan si ibu. Cukup jelas menghancurkan prediksi awalku.

"Udah nggak inget, pokoknya setiap ketemu pasti ngelakuin" jawab si anak waktu ditanya berapa kali udah ngelakuinnya. Another shocking fact hit me. 

"kamu gak takut hamil? Udah pernah test pack? kapan terakhir menstruasi?"

Kali ini si ibu menjawab dengan tenangnya "Udah saya tanya itu dok. Kok bisa lah kau inang (panggilan sayang orang batak ke putri nya) nggak hamil tapi kau bilang setiap ketemu udah begituan. Trus dibilangnya dok, si laki-laki ini mengeluarkan "itu"-nya di perutnya"

Lemes..

Entah kenapa first impression aku tuh selalu salah total. Pasien yang awalnya aku kira good girl has already gone bad only in a minute. Aku yang awalnya bahkan gak berani bayangin si pasien bakal secara sukarela making love berulang kali. Eh, mereka bahkan ngerti caranya ngelakuin coitus interuptus :|

Daerah pelosok, jauh dari hingar bingar kehidupan kota, nggak menjamin penduduknya taat agama dan takut dosa. Aku udah sering denger sih dari temen-temen yang lain bilang banyak terima kasus visum keperawanan selama jaga IGD. Katanya sih free sex udah biasa disini, banyak yang minta divisum biar akhirnya dinikahin sama si laki-laki. Tapi mendengar sama mengalami langsung itu beda rasanya. 

Si pasien ini masih 18 tahun. Segitu nggak berharganya kah keperawanan? Terserah lah kalo nggak peduli sama dosa. At least segitu nggak peduli nya sama diri sendiri sampe harta yang paling berharga itu gampang aja dikasih.

I don't know what went wrong with this people. While I'm strictly to stay virgin, they are easily giving it up in the name of fcuking love!! What a super irrational thought.

Hasil pemeriksaan sesuai dengan pengakuan korban. I don't wanna tell the detail here. I just wanna show how horrified I am to know the reality. Even in this unidentified place, virginity means nothing.

oh well, this poor girl.. Aku pengen bilang ke dia "kalo kamu aja gak bisa menghargai diri kamu sendiri gimana orang lain bisa ngeliat kamu berharga" tapi si Ibu keliatan ngebela anaknya abis2an. Katanya si anak terpaksa nurut setiap diminta ML sama pacarnya karena diancem bakal diputusin kalo gak mau. 

Oh, give me a break. Entah si ibu yang kelewat naif percaya aja gitu apa yang dibilang anaknya atau dia sengaja percaya sebagai self defense. Dunno and dont care. All I can conclude about this case is while the moron meets the idiot they will make the most stupid excuse to having sex. Stupid!

Rabu, 13 Maret 2013

From hormone to mellow

Akhir - akhir ini sering ngerasa jadi  cewek mellow yang gampang nangis karena cuma karena hal sepele, terutama 2 bulan belakangan ini. emang sih karena PMS, but this is the first time my life had been screwed by hormone.
Separah2 nya aku PMS, gak pernah tuh sampe nangis bombay kaya cewek yang gak disetujuin bapaknya nikah sama pacarnya di film india.

Dua bulan yang lalu, aku lagi di taksi travel perjalanan dari Medan balik ke Sidempuan. I was fully wishing to get a capable and the fastest driver since I've had to driven to Gunung tua when I got Sidempuan as soon as possible to catch my morning shift in emergency room. As though faith didn't took its side on me, I got the slowest driver so that he could never forced himself to precede the truck in front us. He was effortlessly drove 40 km/h for the heck fastest!!

I was about to burst out. Rasanya emosi, pengen gantiin si supir lambat ini. I felt something burnt inside of me and felt like punch this driver who was sitting next to me. Realize of not capable to did those things, I effortfully resist my anger. Tapi jadinya malah nangis. Nangis sejadi2nya kaya abis diputusin gitu. Untungnya kejadiannya malem, jadi si supir lambat ini gak ngeliat aku udah nangis bodoh aja sangking emosi sama dia. Right after that, I felt the abdominal cramp then I confirmed myself my period was coming right after that.

Bulan ini tepatnya minggu lalu, aku ditelfon mamaku minta dijemput di sekolahnya jam 12.15. Seharusnya aku ke kantor pajak buat ngurus NPWP, tapi karena mama minta jemput aku langsung nyetir ke sekolahnya.  Nyampe sekolah jam 12 dan sekolahnya itu udah sepi, kosong, melompong. I called mama like 100 times yet she's out of reach. Lima belas menit kemudian mama nelfon aku katanya dia udah di rumah karena jam setengah 12 dia udah pulang dan gak ngeliat aku di depan sekolahnya ditambah lagi HP nya abis batere. Gak mungkin juga aku bentak2 mama, jadi aku langsung matiin HP. Di jalan balik ke rumah mataku udah basah. Kept remind myself to think logically that nothing's deserve to be cried to.

Nyampe rumah mama bukain pagar trus aku langsung ngomong "mama bilang jam 12.15. Nenny dari jam 12 udah di sana, gara2 mama gak jadi nenny buat NPWP" trus langsung lari ke kamar nangis sesengukan. Sumpah ya, sinetron juga gak bakal selebay ini kali. trus mama ngetok2 kamarku bilangin dia salah bilang maksudnya pulang jam 12 kurang 15. Tapi aku udah terlanjur nangis kaya ditinggal kawin. Beberapa menit setelah itu I've got my period as I predicted before.

Bener2 hormon ngerusak mood and my way of thinking. 

Nah, tadi pagi aku bbm-an sama mama, curhat gara2 papa yang pelit. Aku minta duit bensin ke papa trus papa pake acara nyindir aku udah dokter kok masih minta subsidi dari ortu. Emang sih duitnya dikasih tapi ego ini udah terlanjur terluka (halah..). Trus aku ngadu ke mama "biar mama tau aja, papa blom ada loh ma ngasih duit makan nenny bulan ini. Nenny makan setiap hari pake nughet yang dibeli pas belanja bulanan kemaren". Tau gitu mamaku langsung heboh mau transfer duit ke aku, trus suruh ibu yang bantuin di rumah Sidempuan buatin lauk buat aku makan di Gunung Tua. Again and again, aku langsung nangis gak jelas gitu donk. Padahal udah selesai nih period ku. 

I don't know how to handle what this hormone did to me. I cant even control myself to not crying out loud. Oh, I guess it's time to find my next-to-be husband as the impingement for my hormone disaster.

Mama, the most patient woman on earth <3 font="">

Kamis, 28 Februari 2013

The power of 'marga'

Nothing bonding is as tight as Bataknesse's. I was driving on the way heading off to Padang Sidempuan by myself. In the middle of the way my car was stopped by some policeman for a 'sudden operation'. Maybe because of me as a girl, they stopped me. A policeman greeted me and asking for my license. A lil bit worried penetrated me while I have to face the policeman in the street. I had a very bad relationship with them. Somehow, every time their checking for my car completeness, there would be always something was missing and I must paid for the fine!

I gave him my license and STNK. He's checking my name on it and being pleasure by my surname. Coincidentally we have the same surname which is giving me the advantage. So, here's the conversation we had just now.

He : selamat pagi bu. Bisa lihat Surat2 nya?
Me : (giving him my license and STNK)
He : wah, boru harahap ternyata. Sama lah saya juga harahap. Harahap dari mana? (He asked my hometown)
Me : dari Sosopan
He : saya juga dari sana ( then he unbutton his jumper and show his badge name. There I saw we have a similarity in surname). Dari mana mau kemana ini?
Me : dari gunung tua mau ke sidempuan pak.
He : yasudah, hati2 ya nyetir nya

See? I don't even know this policeman. Just because we have the same Surname everything worked fine. It's not that I have lack of completeness car utility. It's just that they usually easily saw my fear when they're stopping my car then looking for any little mistake which is impossible to get fine!

Last year I was driving my car from Medan to Gunung Tua. It took me 10 hours to get there. In the middle of the way, exactly in Batu Bara the policeman stopped my car. Because I'm a girl, he's effortfully looking for any tiny mistake I have. He ordered me to open my baggage and showed him my car safety utility such as : kotak P3K, segitiga pengaman sama racun api. That was the first time i heard 'racun api'. The moment he asked about that I did realize that I would never been let go by him until paid the fine. Because I was fully aware that I didn't have that damn 'racun api'.

I told my father about that then he yelled at me. He told me that racun api, etc couldn't be the reason to get fine since my car is a personal transportation instead of the public one.

I'm fully aware that that fcuking policeman will never stop looking for my mistake until I gave them some money or we have the same Surname like I had happened just now ;)