Kamis, 12 September 2013

Ruled by hormones

Jaga di IGD RS banyak kejadian lucu yang disebabkan oleh hormonku 😂😂

Jadwal jagaku di sebuah RS setiap rabu - sabtu. Ya sabtu, setiap malem minggu aku jaga IGD instead of spending time with the loved one. Since the loved one hasn't met me yet then nothing's wrong spending time with the patients, yes?

Somehow setiap malem minggu aku selalu dapet pasien yang semakin memperjelas status "single and dying for a boyfie"-ku. 

1. Pasien laki2, middle 20, wangi, bersertifikasi ganteng, dateng ke IGD dengan keluhan batuk pilek dengan suara bindeng dan hidung merah. Well, pasien ini cukup buat aku nyesel kenapa gak bedakan dulu sebelum keluar kamar jaga (if u know what I mean). Sampai akhirnya muncul sang kekasih standing right beside him. There went my beautiful sight of satnite off. Like i had not enough already, waktu lagi nulis resep sepasang kekasih ini sitting in front of me did PDA a.k.a Public Display of Affection. Si cewek ngelus pipi cowok, ngomong lembut dan berbagai macam hal lainnya yang buat aku langsung cepet2 nulis resep biar mereka bisa segera cabut dari IGD and go get a room A.S.A.P!!!!

2. Pasien anak, laki2, 2 tahun, lucu ganteng dateng dibawa laki2 gak kalah lucu  (late 20) who end me up concluding him as my patient's brother. To describe the handsomeness2. , his brother was enough to distract my attention to checking up the patient 😌
My fluttering phase wasn't last much long until a beautiful woman seumuran aku dateng masuk ke IGD dan memperkenalkan diri sebagai mamanya pasien. And the one i thought as his brother was his father as well. Crap!! 
Sekalian aja tampar aku skrg. What a lucky woman! Seumuran aku, udah punya anak lucu ganteng, imut dengan laki ganteng terarah! Then I'm off of my flirt 😩

3. Pasien laki2, late 20, putih, berjambang, tinggi, terklassifikasi ganteng, dateng dengan keluhan luka robek di pelipis kiri saat main futsal. Well, denger futsal showing me an uncertain urgency to checking up his stomach to saw how much futsal worked on his abs 😝😝. Tapi berhubung keluhannya luka robek di pelipis gak nyambung lah klo aku buka2 baju pura2 periksa perut si abang kan.
Trus aku bilang ke pasien "lukanya udah berenti tapi kita jahit ya biar rapi pas sembuh bekas lukanya gak besar". Dan dia pun menjawab "gak usah dijahit bisa dok?" "Bisa aja sih, tapi nanti bekas lukanya jadi besar, gak rapi" trus dia bilang "gpp lah dok. Udah punya istri ini, gak perlu ganteng2 lah" 
Baiklah, langsung cepet2 aku suruh perawat bersihin lukanya, tutup dan langsung kasih resep. 😤😤😤

Hmm, kadang aku suka sedikit menyalahgunakan pekerjaanku. Well, cuma dokter yang bisa pegang2 badan suami orang tepat di depan istrinya tanpa dipelototin sang estri. Nah, as a doctor aku udah ratusan x grepe2 badan pasien sampe ke bagian yang (maaf) sensitif-nya tanpa merasa bersalah atau ngerasain apapun. Karena pure professionalism. Tapi entah kenapa pasien2 pejantan ganteng yang sering masuk IGD akhir2 ini sering buat aku canggung atau malu sendiri waktu  melakukan pemeriksaan fisik ke mereka. 
Yang paling sering kejadian nih waktu aku mau periksa abdomen (perut) kan pasiennya buka baju nya tuh. Tiba2 aja aku liat perutnya berbulu, masya Allah ya... Seketika itu juga I forgot what to do but staring at the abs 🙈
Dan entah kenapa setiap meriksa pasien2 ganteng ini aku jadi lebih teliti aja gitu. Waktu yang diperlukan untuk periksa pasien ganteng lebih lama ketimbang pasien biasa lainnya. Well I'm only human who've been ruled by hormones after all. 

Senin, 01 Juli 2013

5 hours on clinic




So here they are, my 5 hours been wasted. All of a sudden this 5 hours have been productive to me. Productive to tweet more and more. Thanks to alter account for keep updating my helplessly useless tweets. 

First day on clinic

My first day on duty as I'd finished my intern. I'm taking over vivi's scheduled to be on duty in a clinic in Mabar. Actually vivi had insisted me to taking over her job while she's on vacation since last week. But, I kept rejected with some reason. The clinic is quite convenient and big for a clinic, I might say. I just don't like the duty period. I've got 24 hours on duty. Last night vivi called me from KL, asking (or demanding, i'd said) to be her back-up clinic duty today. Since I literally jobless and had been rejected her offer twice, I see no way but to accept it. So, here I am, as alone as usual laying on the doctor's bed waiting for the patient in this 24 long-hour. 

I haven't got any called yet from the hospital i'm applied to. But, I've already got 3 back-up offering which i rejected them all because i'm on holiday last week. Oh, i'm really looking forward to get a proper job. I need to be a fix occupant with a fix job hour and fix salary every month. 

Ya Allah please answer my prayer. I need a fix and proper job right now. 

Here is  the space that I'm about to glued for the next 24 hours. FYI, it's only past an hour of my 24 hour duty. 

Sincerely,

The never ending whining doctor 😛

Selasa, 23 April 2013

Saturday Night Fever

Saturday night always be the awaited night every week for everyone either they're single or double. Well, maybe all the single's not really looking for this night but let's be honest. Like it or not, saturday night is much better than every other weekday night, isn't it?

Last Saturday night I was on my on-call night shift. With hoping no patient would like to visit our ER in this lovely night I was hanging my wishful thinking. Which I should have never ever dare to think about that back then.

Jam 11 malam aku dapet telfon telling me a patient was waiting me on ER. I found a girl who was crying out loud lying on the bed while the nurse doing stitch on her injury. Kakinya luka tergores kaca. A minute later, masuk 2 pasien KLL. Salah satunya mabuk berat dengan luka robek di alis sama bibir. Setelah selesai beresin pasien2 ini, masuk lagi pasien baru dengan blood all over his face and shirt. Hebatnya walaupun darahnya udah muncrat2 dari kepalanya, si pasien masih bisa jalan tenang masuk IGD dan naik ke bed.

Karena kebanyakan pasien dan perawat yang terbatas, aku ikutan hecting (menjahit luka) pasien terakhir. Nggak berapa lama setelah itu ada ribut2 di depan IGD. Temen2 pasien yang mabok tadi pukul2an sama temen2 pasien yang kepalanya bocor ini. Satpam yg seharusnya doing his job dengan tenangnya sleep sound and safe unaware of the heat situation here. Untungnya mereka berhenti pukul2an dan salah satunya pulang ke rumah.

After awhile, temen yang pulang tadi balik ke RS bawa parang dan langsung ngebacok temen berantemnya tepat di depan pintu IGD. Like I have had not enough already. Kenapa juga harus di depan IGD? Kenapa juga harus pas shift jaga ku?!!

Setelah puas ngebacok kepala orang, si pembacok lega dan pulang meninggalkan pasien baru di IGD dengan 5 luka robek di kepala. Yang lebih keren lagi, satpam tetap tidur nyenyak tanpa terganggu ribut2 di IGD.

Jam 3 pagi aku masih harus berkutat dengan nald, catgut dan pasien mabok yang darahnya banjir di IGD. Dateng lagi pasien baru minta divisum abis dipukul. Yassalam, malam minggu gini kok banyak yang doyan pukul2an ya. Kenapa gak ngadain zikir akbar dilanjutkan sholat tahajud berjamaah aja sih -..-

Jam setengah 4 aku balik ke kamar langsung tepar. It's the worst scenario I've ever imagined. Setelah mulai melayang hampir tertidur hp ku bunyi.

"Dok, ada pasien LAGI di IGD"

F!

virginity

Jumat, 19 April 2013

Lagi jaga sore di IGD, tiba - tiba dapet BBM dari dokter jaga nyuruh aku ke poli OBGYN segera. Padahal udah mau adzan magrib, dan poli juga udah tutup dari siang tadi. Nyampe poli udah ada dokter jaga, seorang ibu dan anak perempuannya. Ternyata ibu ini minta anaknya untuk di visum keperawanan.

Aku udah pernah visum keperawanan anak balita dan hymen (selaput dara)-nya masih utuh. Jadi visum kali ini beda sama sebelumnya. Pikiran pertama yang terlintas waktu ngeliat si pasien kemungkinan dia abis diperkosa makanya minta divisum. Karena penampilannya yang menggambarkan cewek rumahan, lugu, pemalu, dan alim.

Si ibu cerita "Anak saya ini punya pacar udah 11 bulan pacaran. Tiba-tiba diputusin sama pacarnya dan pacarnya pergi ke Medan. Beberapa minggu belakangan ini anak saya nangis terus. Saya tanya kenapa, dia cerita katanya pacarnya itu sudah punya pacar baru di Medan. Dan yang buat dia makin sedih, anak saya ini udah berhubungan suami-istri lah selama pacaran dulu"

Hmm.. kalimat pembukaannya cukup jelas menggambarkan maksud dan tujuan si ibu. Cukup jelas menghancurkan prediksi awalku.

"Udah nggak inget, pokoknya setiap ketemu pasti ngelakuin" jawab si anak waktu ditanya berapa kali udah ngelakuinnya. Another shocking fact hit me. 

"kamu gak takut hamil? Udah pernah test pack? kapan terakhir menstruasi?"

Kali ini si ibu menjawab dengan tenangnya "Udah saya tanya itu dok. Kok bisa lah kau inang (panggilan sayang orang batak ke putri nya) nggak hamil tapi kau bilang setiap ketemu udah begituan. Trus dibilangnya dok, si laki-laki ini mengeluarkan "itu"-nya di perutnya"

Lemes..

Entah kenapa first impression aku tuh selalu salah total. Pasien yang awalnya aku kira good girl has already gone bad only in a minute. Aku yang awalnya bahkan gak berani bayangin si pasien bakal secara sukarela making love berulang kali. Eh, mereka bahkan ngerti caranya ngelakuin coitus interuptus :|

Daerah pelosok, jauh dari hingar bingar kehidupan kota, nggak menjamin penduduknya taat agama dan takut dosa. Aku udah sering denger sih dari temen-temen yang lain bilang banyak terima kasus visum keperawanan selama jaga IGD. Katanya sih free sex udah biasa disini, banyak yang minta divisum biar akhirnya dinikahin sama si laki-laki. Tapi mendengar sama mengalami langsung itu beda rasanya. 

Si pasien ini masih 18 tahun. Segitu nggak berharganya kah keperawanan? Terserah lah kalo nggak peduli sama dosa. At least segitu nggak peduli nya sama diri sendiri sampe harta yang paling berharga itu gampang aja dikasih.

I don't know what went wrong with this people. While I'm strictly to stay virgin, they are easily giving it up in the name of fcuking love!! What a super irrational thought.

Hasil pemeriksaan sesuai dengan pengakuan korban. I don't wanna tell the detail here. I just wanna show how horrified I am to know the reality. Even in this unidentified place, virginity means nothing.

oh well, this poor girl.. Aku pengen bilang ke dia "kalo kamu aja gak bisa menghargai diri kamu sendiri gimana orang lain bisa ngeliat kamu berharga" tapi si Ibu keliatan ngebela anaknya abis2an. Katanya si anak terpaksa nurut setiap diminta ML sama pacarnya karena diancem bakal diputusin kalo gak mau. 

Oh, give me a break. Entah si ibu yang kelewat naif percaya aja gitu apa yang dibilang anaknya atau dia sengaja percaya sebagai self defense. Dunno and dont care. All I can conclude about this case is while the moron meets the idiot they will make the most stupid excuse to having sex. Stupid!